Saturday, September 30, 2006

Cerita tentang "adik" Audrey

Audrey dan permintaannya minta adik

Ini sebenarnya bukan cerita baru, kalau abis ketemuan ama Amel, adiknya Asha, pasti deh dia ngomong pengen minta adik. Itupun pake persyaratan, harus yang seperti Amel, kalau enggak dia enggak mau. Walah, emang bisa dipesan gitu ?

Dulu sebelum dia ngerti bahwa adik itu datang dari perut mamanya yang gendut, dia pikir adik bisa dibeli di rumah sakit, begitu kira-kira yang ada dipikirannya, karena beberapa waktu yang lalu dia melihat mominya Asha dirumah sakit dan pulangnya bawa adik. Jadi dia sering ngajak ke rumah sakit buat beli adik.

Kemudian ibunya Najah hamil, dan Audrey mulai belajar kalau mau punya adik berarti perut mamanya harus gendut.

Audrey : Ma, ibunya Najah perutnya gendut, mau punya adik
Mama : Iya Di, diperutnya ibunya Najah ada adiknya (kupikir kesempatan nih sekalian ngajarin Audrey mengenai datangnya adik)
Audrey : Perempuan kalau perutnya gendut ada adiknya ya Ma. Ibunya Najah, mominya Asha, mama, mbak-mbak, aku juga perutnya gendut ada adiknya lho Ma.
Mama : (hah ? berusahan menenangkan diri). Enggak Di, enggak semua perutnya gendut ada adiknya, hanya ibu-ibu saja, kamu perutnya gendut enggak ada adiknya didalam.
Audrey : Enggak kok Ma… itu mbaknya Kayla perutnya gendut ada adiknya, mbaknya Kayla kan mbak-mbak, bukan ibu-ibu.
Mama : ----bengong---- gubrak….kalah lagi deh berdebat sama Audrey…. Toloonngg… kok waktu itu enggak kepikiran ya jawabnya seharusnya hanya perempuan yang sudah menikah yang perutnya gendut ada adiknya……….. soalnya Audrey bener, dia melihat mbaknya Kayla sebagai mbak-mbak, bukan sebagai ibu-ibu, yang Audrey belum tahu, mbaknya Kayla kan walaupun mbak-mbak tapi sudah married…..

(kalau dah gini, jadi suka menyesal, kok aku enggak rajin lagi ya membaca buku tentang anak, manatahu ada jawaban untuk setiap pertanyaan anak-anak….hiks)

Hari itu, sambil pup, Audrey dengan memelas memandang perutku, wah mulai nih pikirku, eh bener juga, enggak lama mulai deh rayuannya. “Ma, mama perutnya kapan gendutnya, biar ada adiknya”….. “lucu lho Ma, kalau gendut ada adiknya kayak adik Amel”…..”Mama gendut dooongg”…. Alah, kok sempat-sempatnya sih sambil pup mikirin punya adik.

Besoknya, Audrey belum puas karena tidak mendapatkan jawaban memuaskan dariku. Dia memegang perut ayahya… “perut ayah gendut… adiknya kapan keluar ?”…. aku hanya bisa ngakak…. Emang enak dikatain gendut…..



Audrey dan “adik-adiknya”

Audrey memanggil semua bonekanya "adikku"… enggak terkecuali, pokoknya yang judulnya boneka ya berarti adik dia. Dan “kelakuan” adiknya adalah cerminan dari kelakuan dia sendiri. Apa memang begitu ya imajinasi anak-anak ? Boneka Audrey beragam, dari yang bentuk binatang, Dora, Teletubbies, maupun yang bentuk bayi. Sempat mengkoleksi beberapa boneka Barbie, tapi Audrey enggak terlalu suka bermain boneka Barbie, mungkin ini jawaban dari doaku, aku pernah berdoa semoga Audrey enggak suka bermain Barbie, I don’t like Barbie, rasanya boneka Barbie dibuat hanya untuk “membodohi” anak-anak perempuan, bahwa seorang perempuan harus cantik luar biasa, berbadan indah, punya rambut indah dan punya baju-baju indah yang mahal. Terus akhirnya punya pacar ganteng, kaya dan punya segalanya. Aduh Barbie rasanya bukan mainan anak-anak ya ? apalagi buat balita.

Balik ke “adik-adik” Audrey, Audrey senang banget membuat laporan kayak gini “Ma, adikku si kucing enggak mau makan”. Kenapa enggak mau makan ? “Enggak tahu ma, katanya sih enggak enak”…. Alah, ini kan dia yang susah makan dan semua makanan dibilang enggak enak. Lain waktu pelaporan Audrey “Ma, adikku nakal lho ma, masak tadi dia mukul adikku yang ini”. Emang Audrey suka mukul temannya ya ? “Bukan aku ma, adikku yang suka mukul…..”… hehehe… ngeles aja itu anak.

Dari sekian “adik-adik” Audrey, hanya ada beberapa yang menjadi favorit dia. Menjadi favorit Audrey ya berarti harus siap “menderita”, diajak kemanapun Audrey pergi, makan ataupun tidur, kerumah Asha, keliling komplek, naik mobil, terkecuali ke sekolah karena emang tidak boleh bawa mainan. “Adik” favorit Audrey; si botak (boneka bayi yang memang botak), boneka Dora kecil (yang besar dia enggak terlalu suka), boneka kucing dan boneka burung hantu, serta satu boneka kecil dari hadiah beli snack. Dari keempatnya si botak paling dicintai, sampai bajunya si botak tiap hari kumal, itupun mau dicuci enggak boleh, karena kata Audrey kalau bajunya dicuci berarti si botak kedinginan enggak pakai baju.

Ini photo-photonya.

1 Comments:

At 10:05 AM , Blogger kenyosukma said...

Halo Elminda, ketemu lagi! Lucu ya cerita anak-anak seumur anak-anak kita. Soal adik, Sukma juga selalu ciumin perutku yang ndut, karena dia berharap ada adiknya. Soal boneka, Sukma juga suka kasih nama semua bonekanya. Seru kali ya kalo mereka ketemu terus saling cerita imajinasi masing-masing. Salam buat Audrey dari si ndhut-ku Sukma

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home