Lebaran 2006

Hari Raya Idul Fitri
Kenapa dinamakan Hari Raya Idul Fitri ? Bagiku sendiri, arti "Fitri" benar-benar kembali ke "Fitri/Fitrah" diriku. Dihari Fitri ini berarti aku kembali menjadi istri, ibu dan yang paling penting menjadi "diriku" yaitu sebagai seorang "perempuan". Bagaimana tidak, setiap libur panjang lebaran tanpa assisten berarti aku mengerjakan segala sesuatu yang mungkin selama setahun tidak pernah kusentuh. Mulai dari menyapu, mengepel, mencuci (untung sudah ada mesin cuci), cuci piring, masak (kalau terpaksa masak khusus untuk Audrey), membersihkan rumah dan setrika (ini kalau bisa dihindari sebisa mungkin). Capek ? tentu saja capek. Mengeluh ? Enggak ada gunanya, things need to be done, apapun yang terjadi, mau sedang capek atau malas sekalipun. Ini juga sudah dibantu oleh suami, minimal tugasnya dia ngurusin Audrey sehingga urusan rumah bisa kuselesaikan tanpa banyak interupsi dari sicantik satu itu.
Kembali ke fitrah, entah kenapa kali ini terasa sekali maknanya, padahal setiap tahun juga melakukan hal yang sama. Mungkin karena tahun ini tidak mudik jadi terasa sekali "kegiatan" yang harus dilakukan tersebut. Atau mungkin karena tahun ini aku merasa "meninggalkan" keluargaku, berhubung kegiatan kantor yang lumayan meningkat yang membuatku harus berangkat pagi dan baru pulang ketika mataharipun sudah tidur, bahkan tak jarang aku masih membawa kerjaan pulang. Jadi libur lebaran, benar-benar seperti membawaku kembali kepada keluarga. Bahkan kali ini melirik kerjaan kantorpun rasanya ogah, kalau ini sih karena sudah tidak punya tenaga untuk menyentuh kerjaan kantor. Aku tahu Audrey juga sangat menikmati moment ini, saat-saat orang tuanya ada 24 jam didekatnya. Audrey menunjukkan kesukaannya dengan benar-benar well behave, enggak rewel, enggak ngerepotin bahkan mau makan sendiri. Walaupun untuk urusan makan ini masih pake acara "berantam", tapi untuk saat seperti ini sudah sangat oke.
Jadi kalau ditanya makna hari raya idul fitri bagiku ? aku bilang kembali ke fitrah dalam artian sebenarnya, enggak lebih enggak kurang.
Ini lebaran kelima untuk Audrey
Kalau mau dihitung dari dalam perut, berarti ini lebaran ke-enam buat Audrey ;
Lebaran 2001 : Audrey berumur 8 minggu dalam perutku, lagi mabuk dan mual sebenarnya, jadi lebaran tidak terlalu menyenangkan. Tapi melihat kegembiraan saudara-saudara menyambut kehamilanku, rasanya terobati semua mabuk dan mual.
Lebaran 2002 : Audrey berumur hampir 5 bulan, masih ASI, jadi kemana-mana tidak terlalu repot karena botol susunya enggak perlu dicuci, enggak perlu di-refill dan sedia setiap saat. Yang repot hanyalah mencari ruangan private untuk berduaan bersama Audrey kalau dia lapar atau haus, tapi sebenarnya enggak selalu perlu ruangan private, terkadang didepan keramaian keluarga juga enggak apa-apa.... hehehe. Lebaran ini juga menjadi moment baru buat Audrey, karena pertama kali Audrey melakukan perjalanan panjang keluar kota, enggak jauh, hanya ke Bandung, tapi cukup membuatku pe-de, enggak usah terlalu kawatir membawa anak bayi atau balita keluar kota, ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Yang repot, badanku masih belum balik normal, jadi tahun ini enggak punya baju lebaran, mau beli kok ya sayang harus beli dengan ukuran besar padahal aku yakin badanku bakal balik normal, pe-de banget gitu ceritanya bakal bisa balik normal.
Lebaran 2003 : Audrey berumur 1 tahun 4,5 bulan. Tahun ini kita mudik ke Padang, naik pesawat. Seru tapi cukup repot karena Audrey masih makan bubur jadi kemanapun pergi mesti mempersiapkan makanan dia, atau ya minimal bawa blender kemana-mana. Ada yang seru dalam pesawat, Audrey BAB, waduh repotnya padahal sudah pake pampers, tapi kan enggak mungkin membersihkan Audrey menunggu pesawat mendarat, akhirnya membersihkan Audrey menggunakan toilet pesawat yang airnya minim banget dan ruangannya sempit banget.
Lebaran 2004 : Audrey berumur 2 tahun 4 bulan. Tahun ini kita enggak mudik alias dirumah saja. Seperti biasa kalau enggak mudik, lebaran ini juga ke Bandung lagi, mengunjungi keluarga ibu mertua. Sempat jalan-jalan ke Tangkuban Perahu, yang minta ampun penuh dengan manusia.
Lebaran 2005 : Audrey berumur 3 tahun 3,5 bulan, Tahun ini kita mudik, pake mobil. Kebayang dong seru dan capeknya. Perjalanan yang biasa ditempuh 28-30 jam, kita tempuh lebih dari 36 jam, soalnya tiap kali berhenti enggak bisa sebentar, daripada menderita didalam mobil kan mending banyakan ngaso. Audrey enggak pernah mengeluh bahkan kayaknya dia menikmati saja perjalanan, apalagi ketika naik kapal melintasi selat sunda. Bagi Audrey perjalanan lama atau sebentar dengan naik mobil kayaknya sudah enggak masalah, dari bayi Audrey selalu ikut kemanapun kita pergi, jadi naik mobil bagi dia hal yang biasa. Enaknya lagi kalau mudik naik mobil, dikampung kita bisa puas jalan-jalan kemanapun mau pergi, jadi jawal setiap hari penuh dengan acara jalan-jalan ketempat wisata di Sumatera Barat. Tapi kalau ditanya mau lagi enggak mudik naik mobil ? Enggak deh, mending mudik pake pesawat tapi mobilnya nyusul juga..hehehe.
Lebaran 2006 : Audrey berumur 4 tahun 3 bulan. Tahun ini. Walaupun judulnya enggak mudik, tapi kita sempat jalan-jalan ke Bandung, ke Kawah Putih dan Rancau Upas, Ciwidey. Kita merencanakan ke Kawah Putih ini gara-gara menonton film "Heart", itu filmnya Nirina yang shootingnya di daerah sini. Memang daerah indah sekali. Kawah putih itu kawah puncak gunung yang sudah tidak aktif, kawahnya menjadi danau yang berwarrna kehijauan karena warna belerang, dan sekelilingnya juga berwarna putih sesuai warna belerang. Rancau Upas tempat penangkaran Rusa dan tempat camping.
Kenapa dinamakan Hari Raya Idul Fitri ? Bagiku sendiri, arti "Fitri" benar-benar kembali ke "Fitri/Fitrah" diriku. Dihari Fitri ini berarti aku kembali menjadi istri, ibu dan yang paling penting menjadi "diriku" yaitu sebagai seorang "perempuan". Bagaimana tidak, setiap libur panjang lebaran tanpa assisten berarti aku mengerjakan segala sesuatu yang mungkin selama setahun tidak pernah kusentuh. Mulai dari menyapu, mengepel, mencuci (untung sudah ada mesin cuci), cuci piring, masak (kalau terpaksa masak khusus untuk Audrey), membersihkan rumah dan setrika (ini kalau bisa dihindari sebisa mungkin). Capek ? tentu saja capek. Mengeluh ? Enggak ada gunanya, things need to be done, apapun yang terjadi, mau sedang capek atau malas sekalipun. Ini juga sudah dibantu oleh suami, minimal tugasnya dia ngurusin Audrey sehingga urusan rumah bisa kuselesaikan tanpa banyak interupsi dari sicantik satu itu.
Kembali ke fitrah, entah kenapa kali ini terasa sekali maknanya, padahal setiap tahun juga melakukan hal yang sama. Mungkin karena tahun ini tidak mudik jadi terasa sekali "kegiatan" yang harus dilakukan tersebut. Atau mungkin karena tahun ini aku merasa "meninggalkan" keluargaku, berhubung kegiatan kantor yang lumayan meningkat yang membuatku harus berangkat pagi dan baru pulang ketika mataharipun sudah tidur, bahkan tak jarang aku masih membawa kerjaan pulang. Jadi libur lebaran, benar-benar seperti membawaku kembali kepada keluarga. Bahkan kali ini melirik kerjaan kantorpun rasanya ogah, kalau ini sih karena sudah tidak punya tenaga untuk menyentuh kerjaan kantor. Aku tahu Audrey juga sangat menikmati moment ini, saat-saat orang tuanya ada 24 jam didekatnya. Audrey menunjukkan kesukaannya dengan benar-benar well behave, enggak rewel, enggak ngerepotin bahkan mau makan sendiri. Walaupun untuk urusan makan ini masih pake acara "berantam", tapi untuk saat seperti ini sudah sangat oke.
Jadi kalau ditanya makna hari raya idul fitri bagiku ? aku bilang kembali ke fitrah dalam artian sebenarnya, enggak lebih enggak kurang.
Ini lebaran kelima untuk Audrey
Kalau mau dihitung dari dalam perut, berarti ini lebaran ke-enam buat Audrey ;
Lebaran 2001 : Audrey berumur 8 minggu dalam perutku, lagi mabuk dan mual sebenarnya, jadi lebaran tidak terlalu menyenangkan. Tapi melihat kegembiraan saudara-saudara menyambut kehamilanku, rasanya terobati semua mabuk dan mual.
Lebaran 2002 : Audrey berumur hampir 5 bulan, masih ASI, jadi kemana-mana tidak terlalu repot karena botol susunya enggak perlu dicuci, enggak perlu di-refill dan sedia setiap saat. Yang repot hanyalah mencari ruangan private untuk berduaan bersama Audrey kalau dia lapar atau haus, tapi sebenarnya enggak selalu perlu ruangan private, terkadang didepan keramaian keluarga juga enggak apa-apa.... hehehe. Lebaran ini juga menjadi moment baru buat Audrey, karena pertama kali Audrey melakukan perjalanan panjang keluar kota, enggak jauh, hanya ke Bandung, tapi cukup membuatku pe-de, enggak usah terlalu kawatir membawa anak bayi atau balita keluar kota, ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Yang repot, badanku masih belum balik normal, jadi tahun ini enggak punya baju lebaran, mau beli kok ya sayang harus beli dengan ukuran besar padahal aku yakin badanku bakal balik normal, pe-de banget gitu ceritanya bakal bisa balik normal.
Lebaran 2003 : Audrey berumur 1 tahun 4,5 bulan. Tahun ini kita mudik ke Padang, naik pesawat. Seru tapi cukup repot karena Audrey masih makan bubur jadi kemanapun pergi mesti mempersiapkan makanan dia, atau ya minimal bawa blender kemana-mana. Ada yang seru dalam pesawat, Audrey BAB, waduh repotnya padahal sudah pake pampers, tapi kan enggak mungkin membersihkan Audrey menunggu pesawat mendarat, akhirnya membersihkan Audrey menggunakan toilet pesawat yang airnya minim banget dan ruangannya sempit banget.
Lebaran 2004 : Audrey berumur 2 tahun 4 bulan. Tahun ini kita enggak mudik alias dirumah saja. Seperti biasa kalau enggak mudik, lebaran ini juga ke Bandung lagi, mengunjungi keluarga ibu mertua. Sempat jalan-jalan ke Tangkuban Perahu, yang minta ampun penuh dengan manusia.
Lebaran 2005 : Audrey berumur 3 tahun 3,5 bulan, Tahun ini kita mudik, pake mobil. Kebayang dong seru dan capeknya. Perjalanan yang biasa ditempuh 28-30 jam, kita tempuh lebih dari 36 jam, soalnya tiap kali berhenti enggak bisa sebentar, daripada menderita didalam mobil kan mending banyakan ngaso. Audrey enggak pernah mengeluh bahkan kayaknya dia menikmati saja perjalanan, apalagi ketika naik kapal melintasi selat sunda. Bagi Audrey perjalanan lama atau sebentar dengan naik mobil kayaknya sudah enggak masalah, dari bayi Audrey selalu ikut kemanapun kita pergi, jadi naik mobil bagi dia hal yang biasa. Enaknya lagi kalau mudik naik mobil, dikampung kita bisa puas jalan-jalan kemanapun mau pergi, jadi jawal setiap hari penuh dengan acara jalan-jalan ketempat wisata di Sumatera Barat. Tapi kalau ditanya mau lagi enggak mudik naik mobil ? Enggak deh, mending mudik pake pesawat tapi mobilnya nyusul juga..hehehe.
Lebaran 2006 : Audrey berumur 4 tahun 3 bulan. Tahun ini. Walaupun judulnya enggak mudik, tapi kita sempat jalan-jalan ke Bandung, ke Kawah Putih dan Rancau Upas, Ciwidey. Kita merencanakan ke Kawah Putih ini gara-gara menonton film "Heart", itu filmnya Nirina yang shootingnya di daerah sini. Memang daerah indah sekali. Kawah putih itu kawah puncak gunung yang sudah tidak aktif, kawahnya menjadi danau yang berwarrna kehijauan karena warna belerang, dan sekelilingnya juga berwarna putih sesuai warna belerang. Rancau Upas tempat penangkaran Rusa dan tempat camping.
Tadinya udah kepikiran untuk rencana camping disini suatu saat nanti, tapi udaranya dingin banget, maklum dipuncak gunung, yang kayaknya bisa memupus keinginan untuk bercamping disana. Jadinya kita nginap di Resort Patuha, di Ranca Upas, resort punyanya Perhutani yang aslinya tempat diklat karyawan mereka. Yang serunya, karena kita enggak pake booking dan emang lagi high season, jadinya cuma dapat kamar yang buat pelatihan, yang tempat tidurnya ada 4 single bed dan kamar mandinya diluar barengan ama tamu lain...hahaha... tapi bersih sih jadi enggak ada masalah harus sharing kamar mandi gitu.
Yang paling berkesan buat Audrey tentunya acara petik strawberry sendiri di kebon Strawberry. Ini memang sarana wisata baru dan pemasukan pendapatan baru buat penduduk Ciwidey. Katanya mereka dididik oleh Pemda setempat untuk bercocok tanam strawberry, dan menjadikan ini ajang wisata buat pendatang, karena pendatang yang memang sebagian besar orang Jakarta, orang kota, tentu saja senang banget bisa kembali ke "fitrah"-nya yaitu menjadi petani, alias memetik sendiri buah strawberry yang mereka akan beli. Audrey termasuk yang happy sekali dengan kegiatan ini, bahkan dia menjalankan kegiatan memetik strawberry dengan serius. Bisa dipastikan ini menjadi cerita seru buat Audrey nanti masuk sekolah. 

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home